Tuesday, December 8, 2020

Telah Sepaket, Ini 6 Watak yang Umumnya Dipunyai Tukang Selingkuh

Jangan dikira orang- orang yang hobi selingkuh merupakan mereka yang suka terang- terangan main mata. Tidak selamanya mereka yang tidak setia merupakan orang- orang yang memandang diri sendiri sangat besar.



Bagi para psikolog, orang- orang yang susah mempertahankan kesetiaan dalam suatu ikatan sering menampilkan watak yang bertolak balik. Mereka menampilkan indikasi narsistik, tetapi di sisi lain malah rendah diri.


Berikut ini sebagian watak tidak terduga yang dipunyai para peselingkuh bagi para pakar psikologi.


Narsistik


Perilaku kekanak- kanakan dalam mengalami permasalahan, egois, serta tidak bertanggungjawab ialah sebagian ciri yang menuju kepada watak narsistik. Bagi psikolog klinis Ramani Durvasula, PhD, ini ialah watak yang biasa dipunyai tukang selingkuh.


" Narsisis kekurangan empati serta memandang lawan tipe bagaikan objek. Tidak hanya itu, mereka yakin kalau mereka mempunyai hak buat melaksanakan apapun yang mereka mau." Durvasula menganjurkan supaya orang- orang yang mempunyai pendamping semacam ini buat mengakhiri ikatan saja." Kamu tidak bisa mengganti dirinya, serta ia tidak mau diganti."


Rendah Diri yang Terselubung


Memanglah benar, para peselingkuh mempunyai watak narsistik. Tetapi di sisi lain, mereka mempunyai rasa rendah diri terhadap suatu. Entah itu penampilan, pekerjaan, ikatan, ataupun perihal lain yang membuat mereka merasa tidak dihargai.


Bagi Carole Lieberman, MD, penulis Bad Boys: Why We Love Them, How to Live with Them and When to Leave Them, perasaan rendah diri inilah yang setelah itu merangsang hasrat buat memperoleh kembali harga diri mereka lewat perselingkuhan.


Senantiasa Mencari Pembenaran atas Kesalahannya


Pada dasarnya, tiap orang menyadari kesalahan yang mereka perbuat. Begitu pula dengan orang- orang yang kerap berselingkuh. Tetapi orang- orang ini memiliki metode tertentu buat membentengi diri dari rasa bersalah. Bagi Kurt Smith, seseorang terapis perkawinan serta keluarga, biasanya mereka hendak menghasilkan suatu kebohongan buat dijadikan pembenaran.


" Saya tidak memperoleh apa yang saya cari darinya. Ia pantas memperoleh pembalasan semacam ini. Saya pula berhak senang." Hal- hal semacam inilah yang umumnya mereka katakan kepada diri sendiri. 

0 comments:

Post a Comment