Tuesday, December 8, 2020

Sempat Berharap Orang yang Kamu Cintai Mati Lumayan Wajar

Sempat terlintas di pikiranmu mau memandang orang yang sangat kalian cintai menghilang ataupun mati? Setelah itu kalian merasa bersalah sebab pernah mempunyai kemauan sejahat itu.


Nyatanya pemikiran semacam itu lumayan wajar, kok. Bukan berarti kalian mempunyai kecenderungan psikopat ataupun kelainan jiwa. Bagi para psikolog, inilah yang diucap ambivalensi. Dalam video School of Life, dipaparkan kalau ini merupakan perpaduan antara benak positif serta negatif yang dapat terjalin malah sebab kita merasakan keakraban emosional luar biasa dengan seorang.


Sebab Rasa Cinta serta Benci Senantiasa Berdampingan


Sebab orang itu mempunyai pengaruh emosional yang besar terhadap diri kita, rasa cinta yang mendalam kadangkala pula diiringi dengan kebencian yang mendalam. Dalam sebagian besar waktu, kita merasakan cinta serta sayang kepada mereka. Namun hendak terdapat sebagian momen yang membuat kita merasakan kebencian jauh lebih besar daripada yang kita rasakan terhadap orang lain. Momen di mana rasa sakit yang mereka sebabkan membuat kita mau mereka lenyap saja dari muka bumi.


Dalam perihal ini, cinta serta benci ialah 2 emosi yang senantiasa berdampingan walaupun seringnya tidak dialami pada waktu yang bertepatan. Bila kita dapat merasakan kelembutan serta jalinan dengan seorang, kita pula dapat merasakan amarah serta muak kepada wujud yang sama.


Berarti buat diingat, pikiran- pikiran hitam itu cuma semata- mata fantasi sesaat. Ini cuma pelarian temporer dari emosi menyesakkan yang lagi kita rasakan. Sebab terus menjadi intens cinta yang kita miliki, terus menjadi rumit pula emosi yang kita rasakan. Seluruh itu cuma terdapat di dalam kepala kita, bukan berarti kita lagi merancang buat membeli toksin ataupun bernazar mendesak mereka dari jembatan pada sesuatu sore.


Satu ataupun 2 kali membayangkan orang yang kita cintai mati tidak mencerminkan nilai moral serta hasrat kita yang sebetulnya terhadap dirinya. 

0 comments:

Post a Comment