Tuesday, December 8, 2020

Kata Siapa Cinta Tidak Dapat Dipaksakan? Riset Buktikan Sebaliknya

Tiap orang yang bijak dalam menyikapi asmara tentu hendak menyertakan logika dalam tiap aksi. Namun bisa jadi kita seluruh setuju jika pda kesimpulannya cinta merupakan urusan hati, tidak dapat dituntut buat tiba serta berangkat semau hati, tidak dapat diperintah buat memilah seorang yang cocok dengan ide sehat kita. Benarkah semacam itu?


Riset: Hati Dapat Dipengaruhi Pikiran


Suatu riset psikologi bertajuk Regulation of Romantic Love Feelings: Preconceptions, Strategies, and Feasibility berkomentar kalau paling tidak hati bisa dipengaruhi oleh benak. Bergantung pada apa yang lagi dipikirkan, tiap orang bisa tingkatkan kandungan cinta mereka buat seorang ataupun malah menguranginya. Para periset menyebutnya regulasi cinta.


Pada bagian awal dari percobaan riset, para partisipan yang lagi terletak dalam ikatan romantis dimohon buat mengisi kuesioner tentang apa yang mereka rasakan tentang ikatan yang lagi dijalani. Mereka dimohon buat memperhitungkan statment semacam," Cinta itu tidak bisa dikendalikan," serta" Tiap orang dapat mengendalikan seberapa terikatnya mereka dengan seorang," memakai skala evaluasi 1 hingga 9.


Informasi yang dikumpulkan dari kuesioner mengatakan kalau sebagian besar partisipan berpikir mereka dapat mengatur perasaan mereka lebih efisien kala mereka merasa lebih dekat dengan pendamping secara emosional, bukannya semata- mata tergila- gila.


Bagian kedua dari riset tersebut pula menampilkan hasil yang kurang lebih sama. 20 Orang yang lagi menjalakan komitmen serta 20 orang yang baru mengakhiri ikatan asmara dimohon buat mengisi kuesioner seragam. Sehabis itu, gelombang otak mereka dipantau sambil memandang 30 gambar pendamping serta mantan pendamping tiap- tiap. Mereka dimohon membayangkan hal- hal positif serta negatif yang berkaitan dengan masa depan bersama pendamping serta mantan pendamping tiap- tiap.


Kala partisipan riset berpikir positif, lebih gampang untuk mereka buat mengendalikan rasa cinta kepada pendamping. Pada kesimpulannya, perihal ini malah bisa membuat mereka merasa lebih dekat dengan pendamping. Di sisi lain, benak negatif membuat perasaan cinta jauh lebih susah dikendalikan serta pada kesimpulannya malah kurangi keakraban emosional serta perasaan tergila- gila kepada pendamping. 

0 comments:

Post a Comment